Translate

Jumat, 14 Agustus 2015

Cara didik anak: aspadalah sahabat jangan sampai salah didik anak - RevolusiUnix.Com

Anak-Anak Yang di Didik Dengan Penuh Tekanan dan Ketakutan


Artikel ini saya kutip langsung dari Halaman Komunitas Ayah Edy tanpa saya edit.
Semoga dapat menjadi Inspirasi dan Pembelajaran Buat Para Orang Tua untuk lebih Cerdas dan Bijak lagi dalam Mendidik Anaknya, termasuk saya juga yang mempunyai 4 anak yang masing-masing berbeda karakternya 
Selamat Membaca, semoga Bermanfaat.
Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan akan masa depan anaknya. Khawatir anaknya tidak bisa hidup secara layak seperti orang tuanya.
Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar mulai siang hingga malam hari. Lalu setelah itu masih di tambah lagi memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR malam harinya dan esok pagi-pagi sekali harus sudah bangun berangkat ke sekolah bak para pekerja kantoran di usaia anak-anak.
Saya membayangkan betapa lelahnya fisik dan mental anak-anak kita hidup di zaman sekarang.
Lalu apakah benar hasilnya anak-anak kita akan menjadi lebih baik dan pintar? Atau hanya “pintar” sesaat saja versi sekolah karena mendapat angka 10 di raportnya? Sebuah angka yang sama sekali tidak menjamin apapun terhadap masa depan anak kita kecuali hanya untuk mendapat selembar kertas yang bernama ijazah.
Tekanan demi tekanan yang di lakukan oleh para orang tua dan sekolah dengan niat baik agar anaknya menjadi anak “Pintar” atau anak “sukses” tadi nyatanya malah membuat anak-anak tersebut menjadi anak yang stress, anak-anak yang gampang marah, pembangkang, suka membuli dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja.
Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari dan menemui berbagai macam TERAPIS untuk “menyembuhkan” anaknya (yang dulu awalnya sehat-sehat saja dan tidak pernah bermasalah).
Itulah kerja kami selama ini membantu anak-anak yang pada akhirnya di katakan “bermasalah” oleh orang tua dan sekolahnya. Dan mulailah kini giliran orang tuanya yang stress berat melihat tingkah laku anaknya.
Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.

Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita….,
tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali kita lupa, sering tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.

Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak??
Itu sebenarnya jauh lebih penting ketimbang manakutkan masa depan yang kita semua sama-sama belum bisa kita lihat dan pastikan.
Jika mereka merasa bahagia selalu bersama orang tuanya maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya.
Mengapa ?
Karena orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (bukan bahagia karena penuh dengan kemewahan, tapi bahagia karena hidup harmonis dengan orang tuanya dan bersama dengan alam lingkungannya) maka kelak akan menjadi orang yang hidupnya bahagia pula.
Dan menurut hasil suatu penelitian bahwa sukses itu selalu di awali dengan memiliki RASA BAHAGIA DAN RASA SYUKUR dalam hidupnya. Saya pikir agama kita pun demikian mengajarkannya pada kita, bukan?
Tahukah anda bahwa belum pernah tercatat dalam sejarah bahwa stress itu akan membuat orang menjadi sukses. Bahkan menurut salah satu jurnal kesehatan stress itu malah membuat seseorang “penyakitan” dan lebih dekat dengan ajal ketimbang lebih dekat dengan sukses.
Yakinlah bahwa anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.
Mengapa demikian ???
Karena masa depan sesungguhnya adalah kumpulan atau akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.
Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulan pengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA.
Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa. Dan bahagia itulah yang akan menarik sukses dalam kehidupannya kelak. Juga kehidupan saya hari ini dan kehidupan anda yang juga merasa bahagia hari ini.
Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah “Apakah kamu bahagia nak? Apakah kamu bahagia berada di dekat ayah ?”
Anda mungkin berpikir ini berlebihan dan hiperbolis, tapi itulah sesungguhnya yang jauh lebih penting bagi saya untuk saya tanyakan pada anak saya ketimbang pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan “Pintar” dan “Hebat” seperti “Dapat berapa nilai matematikamu hari ini?” atau “Apakah PR sudah selesai di kerjakan?” “Dapat rangking berapa di kelasmu?” dan sejenisnya
Ya pertanyaan-pertanyaan yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..
Sahabatku, siapapun boleh tidak setuju dengan posting ini karena hidup ini adalah pilihan dan setiap kepala punya pilihan pendapat yang berbeda-beda berikut konsekuensinya masing-masing, tapi sesungghnya itulah pengalaman hidup saya dan pengalaman hidup dari orang-orang sukses yang hidupnya bahagia.
Karena bagi saya kita ini baru boleh merasa sukses jika kita sudah merasa bahagia dalam menjalani hidup ini

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

Semoga Bermanfaat

Cara Beri Ide Sederhana Agar Anak Suka Berbisniz kelak dewasa - RevolusiUnix.Com

Mungkin Anda adalah satu di antara sekian orang tua yang berharap untuk mempersiapkan Anak Anda menghadapi dunia entrepreneurship? Secara alami, memang anak kecil memiliki banyak ciri-ciri yang diperlukan untuk menjadi entrepreneur: mereka kreatif, ambisius, negosiator handal, dan bersemangat tentang belajar hal-hal baru. Maka, Anda perlu memelihara agar ciri-ciri ini tetap ada di pertumbuhan anak Anda 

Berikut enam tips untuk mengajarkan anak berbisnis:

Ajarkan Anak Anda tentang Pentingnya Uang
Dengan mengajarkan anak Anda tentang uang, Anda membantu mereka menemukan hubungan antara pendapatan, pengeluaran dan menabung. Sesederhana itu. Namun dampak pola pikir ini akan sangat besar ketika mereka dewasa. Cara melakukannya gampang. Anda bisa memulainya dengan mengajarkan anak Anda memahami nilai uang, misalnya dengan konsep sederhana seperti menghitung uang koin kembalian, dan memberikan reward & punishment ketika benar atau salah.

Ajarkan Anak Anda tentang Ekonomi
Anak-anak mampu memahami prinsip-prinsip ekonomi sederhana, dan semakin bertambah usia, mereka akan semakin paham. Anda dapat mengawali pendidikan ekonomi ini dengan memainkan peran pembeli dan penjual: Anda berperan sebagai pembeli di toko anak Anda. Mereka harus menyesuaikan juga dengan persediaan mereka.
Mengajarkan tentang Realita
Ketika anak Anda mengatakan hal tak masuk akal seperti, “Aku ingin membangun sebuah istana untuk bonekaku!”, maka bantu mereka membayangkannya. Namun alih-alih langsung menyetujui, bantu dia untuk memikirkan bagaimana cara mewujudkannya. Semakin sering Anda mempraktekkan tentang bagaimana mewujudkan ide dan mengubahnya menjadi kenyataan, semakin mereka akan mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Bertindak Berdasarkan Ide
Jika anak Anda ingin mencari uang sendiri, bantu mereka untuk menuliskan beberapa ide bisnis terbaik dan kemudian bantu mereka untuk mewujudkannya. Pengalaman pertama mereka memegang uang hasil jerih payah mereka tidak akan pernah mereka lupakan.
Biarkan Mereka Membuat Kesalahan
Jika Anda memperbaiki masalah sebelum anak Anda memiliki kesempatan mengalaminya, Anda menghalangi kesempatan berharga mereka untuk belajar dari kesalahan. Anda boleh memberitahu putri Anda bahwa desain istana mereka cacat, tapi asalkan dia tidak terluka mencoba membangunnya, maka lebih baik Anda membiarkan dia mencobanya. Setelah menyadari desainnya tidak akan berhasil, Anda dapat membantu membimbingnya menuju solusi yang lebih baik.
Ajarkan tentang Goal Setting
Ajarkan mereka tentang bagaimana menetapkan tujuan dan menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Ilmu ini adalah dasar dari mengajarkan anak berbisnis. Hal ini bisa diterapkan untuk kasus sederhana. Misalnya anak-anak Anda berkata mereka ingin mengumpulkan uang 50 ribu. Maka, berikan sejumlah usulan tentang langkah-langkah mengumpulkan uang 50 ribu dalam 1 bulan.
sumber: http://studentpreneur.co
Semoga Bermanfaat dan Meberi Hikmah dalam kehidupan ini

Jenis Apa Saja Permainan Anak Cerdas Ceriah - RevolusiUnix.Com

Banyak Orang Tua yang masih menganggap apa yang dilakukan oleh anak adalah hal sepele, entah itu berlari-lari, memanjat pohon, melompat-lompat, dll. Bahkan tidak sedikit juga Orang Tua yang melarang anaknya untuk melakukan hal-hal kecil tersebut dengan alasan berisiklah, takut anaknya jatuhlah, takut terlukalah, dll. Seharusnya aktivitas anak yang aktif seperti itu perlu didukung dan diberi rangsangan dan tentu saja diajarkan cara yang benarnya bukan melarangnya.
Selain aktivitas atau permainan anak di luar rumah yang sering dilakukan anak, ada juga permainan anak di rumah yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui bersama. Permainan edukatif anak yang dilakukan di dalam rumah ini jangan di anggap sepele karena ternyata dapat juga membuat anak cerdas. Berikut adalah 3 contoh permainan anak di rumah yang bisa dijadikan untuk referensi karena murah meriah dan tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga bagi orang tuanya.
BERMAIN PUZZLE
Permainan Puzzle ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para orang tua. Permainan anak ini untuk merangsang kecerdasan anak melalui Problem Solving. Dengan memasang bagian-bagian puzzle, anak bisa belajar tentang gambar. Ketika puzzle sudah selesai, coba lakukan lagi untuk melatih kemampuan kognitifnya. Kognitif adalah kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan. Ketika mereka berhasil, berilah apresiasi dalam bentuk pujian untuk membangun percaya diri si anak. Permainan ini mengasah dan memberikan stimulasi pada motorik halus anak.
MENYUSUN BALOK BANGUNAN
Bermain membangun rumah atau bentuk dari balok membantu melatih motorik halus dan kecerdasan si anak sekaligus mengasah imajinasi anak. Supaya lebih menarik, Anda bisa menyusun balok menjadi sebuah bentuk dan minta si kecil untuk membuat hal yang sama. Bila runtuh, beri semangat untuk membangunnya kembali.
MAIN BOLA KERANJANG
Seperti main bola basket tapi dengan alat yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Ambil keranjang pakaian dan letakkan agak jauh. Lalu bersama-sama lemparkan bola ke dalam keranjang. Lakukan dengan sistem skor dan buat kompetisi kecil. Permainan ini untuk melatih indera melihat si anak sekaligus melatih sportivitasnya.
Selain rangsangan dalam bentuk permainan anak, faktor nutrisi juga berperan dalam mendukung konsentrasi, daya ingat, dan problem solving. Salah satu sumber nutrisi yang penting bagi anak berasal dari sayuran dan buah-buahan karena mengandung tinggi serat, vitamin, dan mineral.
Selamat mencoba! dan Semoga Bermanfaat.
sumber: klikdokter.com